Wednesday, June 15, 2011

PENERAPAN RESITASI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA.


Salah satu upaya peningkatan sumber daya manusia saat ini adalah pembangunan di sektor pendidikan.  Dalam usaha peningkatan mutu pendidikan tersebut guru sering dihadapkan pada kendala-kendala di lapangan diantaranya siswa sulit menerima konsep yang diajarkan, sehingga stimulus yang diberikan oleh guru belum banyak berarti.  Salah satu kendala belajar anak adalah rendahnya motivasi dalam belajar.  Motivasi merupakan pendorong utama  yang membangkitkan semangat belajarnya.  Sehingga  siswa akan meperoleh pencapaian hasil belajar sesuai dengan yang diharapkan.
Diantara mata pelajaran di sekolah, pelajaran biologi merupakan salah satu mata pelajaran yang sulit dipahami oleh sebagian siswa SMA.  Hal ini juga dialami siswa kelas XI SMA Al-Kautsar Bandar Lampung.  Berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi dengan guru biologi SMA Al-Kautsar Bandar Lampung, diketahui bahwa pencapaian hasil belajar biologi selama ini masih rendah.  Nilai rata-rata kelas XI pada semester 1 tahun pelajaran 2003/2004 baru mencapai 5,50.  Nilai tes harian siswa menunjukkan hanya 40 % siswa kelas XI yang memperoleh nilai ≥ 6,0.  Hasil ulangan tersebut masih rendah jika dibandingkan dengan kriteria ketuntasan belajar, yaitu 6,50 atau skor 65% untuk individu dan 85% dengan nilai 6,50 untuk klasikal.  Rendahnya hasil belajar siswa siswa kelas XI semester 1 disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: (1) Metode yang digunakan oleh guru biologi hanyalah metode ceramah, sehingga siswa merasa jenuh, diskusi kurang menarik karena bersifat teoritis; (2) Siswa tidak pernah diberi pengalaman langsung ; (3) Pemberian tugas belum teratur dan tidak disertai dengan pemberian resitasi,(4) Faktor keterlibatan siswa yang belum optimal disebabkan karena terbatasnya waktu kegiatan pembelajaran.  Selain hasil belajar yang rendah, siswa juga bermasalah dalam motivasi belajar.  Dari hasil wawancara dengan guru mata pelajaran biologi, diketahui bahwa kelas XI7 tergolong mempunyai motivasi belajar yang kurang , sehingga akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.  Siswa akan berhasil dalam belajar jika pada diri siswa ada motivasi untuk belajar.
Konsep-konsep biologi di kelas XI semester 1 cukup sulit dipahami siswa, karena menyangkut struktur tumbuhan, struktur hewan dan manusia yang banyak melibatkan gambar anatomis yang rumit dan istilah bahasa latin sehingga memerlukan metode yang tepat untuk menyampaikannya kepada siswa. Metode ceramah saja kurang tepat, karena sekarang ini dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan menuntut siswa cerdas tidak hanya aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik.  Oleh sebab itu diperlukan upaya untuk dapat mengubah suasana pembelajaran siswa pasif ke arah yang memungkinkan siswa aktif dalam belajar, membimbing siswa lebih banyak menyelesaikan tugas-tugas di sekolah maupun penugasan di rumah.  Sehingga pengalaman belajar siswa bertambah dan tingkat pemahaman siswa terhadap konsep yang diajarkan oleh guru dapat meningkat.
Pemberian tugas harus disertai dengan resitasi, karena adakalanya siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan hanya menyalin pekerjaan temannya.  Resitasi dapat diberikan dengan cara menunjuk beberapa siswa untuk mengerjakan kembali soal-soal tugas di depan kelas, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan soal-soal yang dianggap sulit oleh mayoritas siswa.  Dengan metode pembelajaran tersebut siswa dapat lebih giat belajar dan memperdalam penguasaan materi pembelajaran serta terbiasa mengisi waktu luang di luar jam pelajaran.
Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti menganggap perlu diadakan penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu yang direncanakan.  Tindakan-tindakan tersebut diharapkan dapat terwujud melalui penerapan metode resitasi pada setiap akhir sub pokok bahasan, sehingga pengalaman siswa dalam pempelajari materi dapat lebih terintegrasi. Penugasan akan membantu siswa dalam memperoleh hasil belajar yang mantap, dengan melakukan latihan-latihan  selama menyelesaikan tugas.  Selama ini pemberian tugas hanya sebatas pekerjaan rumah, sehingga anak kurang termotivasi dalam mengerjakannya.
Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
Apakah dengan metode resitasi yang diterapkan dalam proses pembelajaran  dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dari siklus ke siklus
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui :
Peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dari siklus ke siklus dengan metode resitasi.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di kelas XI7 semester I SMA AL-Kautsar Bandar Lampung tahun pelajaran 2004/2005, dengan jumlah siswa 39 orang, terdiri dari 19 orang putra dan 20 orang putri.  Kelas ini dipilih berdasarkan masalah yang dihadapi berupa rendahnya hasil belajar siswa dan tidak aktifnya siswa dalam proses pembelajaran.
Penelitian ini akan dilaksanakan  dalam 3 siklus dengan masing-masing siklus 1 kali pertemuan. Tahapan setiap siklus terdiri dari: 1) perencanaan 2) pelaksanaan tindakan 3) evaluasi 4) refleksi.  Masing-masing siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai seperti yang telah dirancang dalam faktor-faktor yang akan diamati.  Faktor-faktor yang diamati pada penelitian tindakan ini adalah motivasi dan hasil belajar. Setiap siklus terdiri dari satu kali pertemuan dan diakhir siklus diadakan tes formatif untuk mengetahui hasil belajar siswa terhadap konsep-konsep biologi.  Selain itu juga diadakan refleksi oleh pengamat yang terdiri dari 1 guru mitra untuk membicarakan hal-hal yang sudah tepat menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan siklus berikutnya.
Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data Kuantitatif, yaitu data hasil belajar siswa dari nilai tes formatif pada setiap akhir siklus dan data Kualitatif, yaitu data tentang motivasi belajar siswa serta data kegiatan guru pada proses belajar mengajar. Instrumen yang digunakan  adalah angket dengan 5 option yang telah diuji keajegan/reliabilitasnya dengan program SPSS. Data yang diperoleh dari proses dan hasil pembelajaran dianalisis secara deskriptif, yaitu hasilnya diperoleh dari hal yang sebenarnya dari penelitian dalam bentuk persentase.  Menurut Kadaritna (2000) kriteria penafsiran data adalah sebagai berikut: 1%   -  25%  =  sebagian kecil, 26 % -  49% =  hampir setengahnya, 50%  =  setengahnya, 51% -  75%  =  sebagian besar, 76 % – 99%  = hampir seluruhnya, 100%  = seluruhnya.  Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah 1) hampir seluruh siswa (76-99%) meningkat  motivasi belajarnya terhadap mata pelajaran biologi, 2) ketuntasan belajar siswa mencapai 85% yang mendapat nilai  ≥ 6,5.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Tabel 1.   Data hasil angket motivasi belajar siswa

  Kategori Rata-rata per Siklus (%)  
  Siklus I Siklus II Siklus III  
1. Siswa yang termotivasi 74,33 86,44 91,15  
2. Siswa yang tidak termotivasi 25,67 13,56 9,85
Tabel 2. Data hasil belajar  dan ketuntasan belajar

  Kategori Rata-rata per Siklus (%)  
  Siklus I Siklus II Siklus III  
1. Hasil Belajar 6,74 7,93 8,04  
2. Ketuntasan Belajar (%) 72,97 94,74 97,22
Siklus I
Motivasi belajar siswa untuk belajar akan berpengaruh pada tingkat ketekunannya dalam belajar.  Dari hasil penyebaran angket, terdapat 25,67% dari 37 siswa yang tidak termotivasi, sedangkan yang termotivasi pada siklus ini sebesar 74,33%.  Persentase ini ditafsirkan bahwa pada siklus I terkategori sebagian besar termotivasi.  Data tersebut menjadi data awal untuk mengukur peningkatan motivasi yang dialami oleh siswa pada siklus selanjutnya.  Pada siklus ini masih banyak siswa yang belum termotivasi disebabkan juga belum terbiasanya mereka berperan aktif dalam pembelajaran dengan metode resitasi.
\
Rata-rata hasil belajar siswa adalah 6,74.  Ketuntasan kelas sebesar 72,97%, dimana ada 11 orang siswa dari 37 siswa yang mengikuti pembelajaran mendapat nilai £ 6,5.  Hasil ini belum memuaskan atau belum mencapai ketuntasan belajar klasikal sebesar 85% siswa mendapat nilai ≥ 6,5.  Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan motivasi belajar yang kurang, aktivitas siswa yang tidak relevan, seperti banyaknya siswa yang tidak memperhatikan guru saat mengulas materi yang disampaikan oleh guru.
Siklus II
Persentase motivasi pada siklus ini meningkat yaitu 86,44% dengan peningkatan sebesar 12,11 dari siklus I.  Tingkat motivasi ini terkategori hampir seluruhnya termotivasi belajarnya.  Hasil angket yang diperoleh ini menunjukkan motivasi yang semakin meningkat sehingga persentase siswa yang belum termotivasi menurun mencapai 13,56%.  Menurut Sardiman (1992) hasil belajar yang diperoleh siswa menjadi optimal kalau motivasi yang dimiliki tinggi.  Hal ini disebabkan siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran melalui metode resitasi.  Siswa juga lebih aktif dan mandiri dalam melakukan resitasi.
Berdasarkan tabel 2, diketahui bahwa rata-rata hasil belajar siswa sebesar 7,93 dengan ketuntasan belajar 94,74%.  Hasil belajar ini meningkat dari siklus sebelumnya, dari 38 siswa terdapat 2 orang yang belum tuntas belajarnya dengan mendapat hasil tes ≤ 6,5.  Dengan demikian ketuntasan belajar ini sudah memenuhi standar ketuntasan kelas. Peningkatan ini dipengaruhi oleh meningkatnya motivasi belajar siswa serta meningkatnya aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan metode resitasi
Siklus III
Pada siklus III, motivasi belajar siswa semakin lebih baik sebesar 4,71 yaitu dari 86,44% pada siklus II menjadi 91,15% pada siklus III.  Menurut Dimyati (2002) siswa yang termotivasi akan berprestasi tinggi dan lebih berkeinginan meraih keberhasilan, siswa tersebut lebih merasa terlibat dalam tugas-tugasnya.  Pada siklus ini hampir seluruhnya termotivasi untuk aktif dalam pembelajaran.  Siswa menjadi lebih mandiri dalam resitasi dan antuasias siswa mengikuti pembelajaran dengan metode resitasi.
Rata-rata hasil belajar siswa yang dapat dilihat pada tabel 2 sebesar 8,04 dengan ketuntasan belajar sebesar 97,22%, berarti hasil belajar siswa telah memenuhi kriteria ketuntasan belajar yaitu 85% nilai siswa secara klasikal ≥ 6,5.  Menurut Dimyati (2002) hasil belajar dapat meningkat bila motivasi dan aktivitas yang tinggi.  Meningkatnya hasil belajar ini merupakan akibat dari meningkatnya motivasi untuk belajar dengan metode resitasi pada diri siswa.  Ini menunjukkan bahwa siswa sudah terbiasa melakukan resitasi  dan mengerjakan soal-soal yang diberikan dalam waktu yang singkat serta berani untuk menjelaskan materi pada saat resitasi.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan  yaitu :
(1)          Penerapan pembelajaran dengan metode resitasi dapat meningkatkan motivasi siswa. Motivasi siswa meningkat pada setiap siklusnya dengan persentase peningkatan pada siklus I sebesar 74,33% , siklus II 86,44%, siklus III  91,15%.
(2)          Penerapan pembelajaran dengan metode resitasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa.  Persentase peningkatan yaitu pada siklus I sebesar 6,74  dan siklus II 7,93, serta pada siklus III sebesar 8,04 dengan ketuntasan kelas pada siklus I sebesar 72,97%, pada siklus II sebesar 94,74%, dan pada suklus III sebesar 97,22%.
Saran
Beberapa saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut:
(1)          Dalam pelaksanaan pembelajaran melalui metode resitasi sebaiknya memperhitungkan waktu yang diperlukan.
(2)          Guru lebih menitikberatkan pada motivasi belajar siswa untuk memilih cara yang tepat dalam pembelajaran melalui metode resitasi.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto.  2001.  Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan.  Bumi Aksara.  Jakarta
Dimyati. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta. Jakarta.
Djamarah.  1984.  Metode Mengajar.  Angkasa. Bandung.
Hamalik.  2001. Proses Belajar Mengajar.  Bumi Aksara. Bandung.
Kadaritna. 2000. Penggunaan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Kimia Pada Siswa Kelas II SMU YP Unila Bandar Lampung Tahun Pelajaran 1999/2000. Laporan Penelitian. FKIP Unila. Bandar Lampung.
Moedjiono.  1992.  Stretegi Belajar Mengajar.  Depdikbud.  Jakarta.
Roestiyah. 1994.  Masalah Pengajaran Sebagai Suatu Sistem Belajar Aktif.
Usaha Nasional Surabaya..
Sardiman.1992. Interaksi Dan Motivasi Belajar mengajar.  Grafindo Persada. Jakarta.
Sriyono.  1992.  Tehnik Belajar Mengajar dalam CBSA.  Rineka Cipta.  Jakarta.
Surakhmad.  1986.  Pengantar Interaksi Mengajar Belajar.  Tarsito.  Bandung
Winarno. 1986. Pengembangan Kurikulum Biologi. Usaha nasional. Surabaya

No comments:

Post a Comment

Share it

mylogo product

check my folio ( ">https://99designs.com/users/731428 ) for Logo Design?

About this blog

> nb ; jangan cuma bisa membuat karya visual yang bagus, analisa sangat penting di dalamnya. teori juga bagus untuk pertanggungjaawaban karya.
assalamualaikum wrb, hom suastiastu, salam damai sejahtera, salam piss, salam metal, salam semua etnis di dunia, semua aliran, semua ras, salam tradisi, salam budaya. salam dunia selalu.
facebooku
all about design & original